Tampilkan postingan dengan label SERIAL PETUALANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SERIAL PETUALANGAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2013

GUNUNG UNGARAN



    Sebuah petualangan memiliki sensasi yang berbeda, suguhan panorama tempat tujuan,rute perjalanan yang mendebarkan,wahana yang tersedia..atau cara menuju lokasi tujuan.
Banyak cara dalam menikmati sebuah petualangan.Tujuan petualangan tidak harus jauh dan menghabiskan banyak ongkos,sesuaikan dengan kemampuan, terutama bagi kawan-kawan  yang  masih berstatus anak sekolah, yang uang jajan aja masih nodong sama ortu.
Bagi sahabat-sahabat yang berada di Wilayah Batang, Kendal, Semarang, atau kota sekitarnya, Gunung Ungaran 2050mdpl,sepertinya pas....maklum paket  ekonomis dan minimalis.

    
       Bagi kawan-kawan yang berada dijalur PANTURA, mencari tumpangan truck ke arah timur tidaklah menjadi masalah besar,yang diperlukan cuma nyali besar untuk menghadangnya. Saya sarankan jika mau bonex carilah titik pemberhentian truck,seperti traficlight atau titik peristirahatan truck, disana lebih mudah mendapat tumpangan. Yang perlu diingat jangan minta tumpangan dekat pos polisi,karena nggak bakalan ada truck yang berani berhenti..ya sudah pasti takut ditilang bro. Seperti yang kami alami berjam-jam mencari tumpangan truck yang melintas, tapi hasilnya gagal...ternyata sebelah SMKN 1 Kandeman berdiri dengan kokoh sebuah Pos Polisi lengkap dengan Pak Polisi dan mobil patrolinya...hadeeeeeh.


 ijin numpangpun didapat.siiiip brangkat.

      Bagi yang belum pernah nge-bonex, bepergian dengan cara ini sudah pasti memberikan kenangan tersendiri apalagi beramai-ramai..disinilah letak sensasi itu. Jika beruntung kita bisa dapat tumpangan sampai ke SPBU Lemah Abang ungaran(Lemah Abang,apa Lemah Gempal namanya kog aku lupa berat..pokoknya judul SPBUnya pakek Lemah gitulah). Tumpangan sampai ke Semarangpun sudah cukup. Dan perjalananpun segera berlanjut, singkat cerita jika dari terminal Mangkang maka cari bus menuju terminal Semarang, perjalanan berlanjut menuju Jimbaran. Dari Semarang cari  bus arah Bandungan tujuanya adalah Pasar Jimbaran  turun di pertigaan arah  Obyek Wisata (OW) SIDOMUKTI karena jarak keduanya tidak terlalu jauh. Disini sahabat-sahabat bisa membeli kebutuhan untuk tracking Gunung Ungaran. Pada moment  tertentu,weekend dan pergantian tahun, biasanya penuh sesak oleh kawan-kawan setujuan. Dan jangan lupa selalu tawar menawar harga pas tancap gas (pinjam kata-katanya iwan fals). Kan kita ambil paket ekonomis..ingat.

      Untuk moment akhir tahun, bisa dipastikan basecamp Mawar penuh sesak oleh para penikmat alam,baik yang cuma kongkow-kongkow melewati pergantian tahun,atau sekedar nge-camp bareng temen-temen sekolah/kampus. Disarankan datang lebih awal agar tidak berebut kapling buat mendirikan tenda.
dari jalan utama Sidomukti kita akan melalui jalan nanjak beraspal 1.7 km yang membosankan (jujur nih). Kalo yang menggunakan sepeda motor atau mobil bisa langsung mencapai basecamp Mawar,jalurnya sudah dicor alias betonisasi. Disini kita bisa menemui banyak warung yang menyediakan makanan dan minuman hangat.  Bagi kawan-kawan yang akan melanjutkan tracking ke puncak Gn Ungaran, dapat istirahat sejenak disini. Jarak tempuh menuju puncak sekitar 3-4 jam (yang jelas tergantung kemauan).  

          
pemandangan dari basecamp Mawar menakjubkan

         Awal pendakian melalui jalur ini cukup landai karena melalui punggungan bukit,yang harus diperhatikan adalah jalur yang sempit disebelah kanan adalah jurang. bisa dikatakan track bonus sebelum masuk pada jalur terjal yang sesungguhnya. Pos awal adalah Pronojiwo disini terdapat sumber air untuk perbekalan.
Hamparan tanaman kopi merupakan pemandangan berikutnya sampai dengan pertigaan Promasan (goa Jepang). Disini terdapat kolam. dan bak penampung air lumayan buat cuci muka.

        Lanjut pada track berikutnya akan perkebunan teh menuju Pos Buka'an, mobil atau motor off road bisa nyampai sini..kalau tidak salah lewat jalur Medini-Promasan. sepanjang jalur ini biasanya ada beberapa kawan pendaki yang mendirikan tenda juga karena lokasi juga cukup luas tergantung pengen ngecamp dibagian mana. Dari sini kita mulai bersiap untuk nanjak,jalur mulai terjal dan licin, banyak penghalang berupa rebahan beberapa batang pohon. Cukup merepotkan memang, kalau tidak kepala yang kena, bisa sesekali kita jatuh tergelincir dan tak jarang kita harus menaiki batang pohonnya sebab tak cukup ruang untuk lewat bagian bawah rebahan apalagi dengan tas carrier dipunggung. Ini adalah bagian dari sensasi petualangan alam bebas.

suguhan alam memang selalu memberikan rasa kagum luar biasa

 beberapa puncak yang bisa dijadikan spot untuk menikmati terbitnya matahari.

          Petualangan sampai pada Puncak Gunung Ungaran, yang ditandai dengan berdiri Tegaknya 3 buah tugu Banteng Raider serta SANG MERAH PUTIH tentunya. Semburat sinar matahari yang menerobos sela-sela awan akan menciptakan sebuah panorama menakjubkan apalagi dipuncak gunung, hal inilah yang  sering kali digilai banyak pendaki.


seperti negeri diatas awan

setelah perjuangan yang melelahkan sampailah pada titik puncak tertinggi Gunung Ungaran 2050mdpl.dan puncakpun penuh sesak oleh para pendaki.

     
     Hembusan angin pada titik tertinggi Gunung Ungaran sering kali cukup besar dan menyebabkan rasa dingin yang sampai menembus tulang. Maka disarankan tidak terlalu lama dipuncak cukup untuk mengabadikan moment dan menyaksikan penuh terbitnya sang fajar .



    Setelah dirasa cukup foto-foto narsisnya untuk menghias album petualangan maka saatnya turun gunung. Jalur turun yang di sarankan adalah melalui jalur GEDONG SONGO. Hal ini memberikan tambahan pengalaman dalam berpetualangan dengan pertimbangan jalur tidak terlalu jauh dengan titik awal naik dan masih dalam kawasan yang sama...dengan kata lain sekali mendaki sekalian yang capek kita nikmati candi gedong songo yang kesohor...ingat paket ekonomis.

sampai jumpa dipetualangan berikutnya...
salam rimba..... salam lestari......



31 Desember 2012:
Kami ber 15 orang,7 dari RASKAPALA SMK 1 Kandeman, 5 dari PURWAPALA Tulis Kab.Batang  saya dan seorang lagi sahabat Purwapala (yang belum tahu Kab.Batang boleh juga nyebutnya Alas Roban). Kami sepakat untuk mencari tumpangan truck, selain untuk berhemat alasan yang paling utama adalah sensasi berpetualang.( hal yang sama saya lakukan ketika berpetualang ke Herman Lantang Camp-Bogor,saat kopdar Frangia 2011 lalu he..he..he, sepenggal kisah Frangia).

Terima kasih buat : Damar Ambon.Depith beserta nyonya,syrup cap we. dan sahabat-sahabat pendaki Ungaran
hanung yang kereng dan sahabat-sahabat KANPAS Pekalongan.








  
           



         
              
             






Minggu, 27 Mei 2012

SEKBERPA KAB.BATANG



SEKRETARIAT BERSAMA PECINTA ALAM KABUPATEN BATANG (SEKBERPA KAB.BATANG) merupakan sebuah Forum Komunikasi dan wadah Komunitas Penjelajah Gunung di Kabupaten Batang.SEKBERPA BATANG relatif masih belum banyak dikenal dilingkungan KPA(kelompok Pecinta Alam)ataupun OPA(organisasi pecinta alam).Usianyapun masih relatif muda dideklarasikan pada tgl 5 maret 2011.dilereng Gunung Kemulyan Kec.Blado Kab.Batang,membutuhkan proses panjang dalam awal terbentuknya organisasi ini.Pro dan Kontra juga mewarnai seiring perjalanannya.Bahkan bagi sesama KPA masih ada kecurigaan serta rasa enggan untuk bergabung dengan SEKBERPA BATANG.Namun sikap optimis serta semangat kebersamaan sesama KPA yang menyatakan bergabung menjadi penyemangat tersendiri bagi para pengurusnya yang terdiri dari berbagai KPA di wilayah Kab.Batang.walau dari segi usia masih relatif muda namun kegiatan mereka sudah cukup memiliki makna.berbagai program kerja sudah mulai tersusun dan dilaksanakan walaupun masih tercecer disana-sini.SEKBERPA KAB.BATANG peduli situs Ganesha,SEKBERPA KAB.BATANG bersih Curug Sodong,Mangrove Untuk Sigandu dan Penghijauan Kawasan Pemandian Bandar.kegiatan -kegiatan yang berkaitan dengan misi kemanusiaan serta kerja sosial lainnya mulai mereka agendakan,tidak lupa selalu membekali diri dengan berbagai ketrampilan penyelamatan sebagai syarat mutlak seorang relawan kemanusiaan.

        Sebagai wadah yang menampung inspirasi,informasi serta sebagai forum komunikasi berbagai OPA (organisasi Pecinta Alam) SEKBERPA telah dikukuhkan pendirianya secara legal melalui Akta Notaris : Anggrahaeni Wiryanitri SH.MKn  No.03 Tgl 8 Mei 2012.SEKBERAPA kab.Batang beralamat di Perum Pesona Griya Batang Blok H No.3 Kauman Batang Jawa Tengah.

penghijauan kawasan Pemandian Bandar,bertujuan menyelamatkan sumber/mata air dipemandian ini.
penanaman mangrove untuk kawasan pantai Sigandu
salam rimba salam lestari..jayalah selalu sahabat-sahabat alamku

Rabu, 25 April 2012

3265 LAWU


Pukul 3 sore kabut mulai turun,dingin mulai menusuk tulang ketika kami datang.Setelah Shalat Ashar, kami melapor pada pos pendakian Cemoro Sewu Magetan Jawa Timur. Sengaja kami memilih jalur Cemoro Sewu sebagai gerbang pendakian dan berencara turun melalui jalur Cemoro Kandang Tawangmangu Jawa Tengah,agar kami tahu kedua jalur pendakian Lawu. Setelah berdoa bersama pada Allah Sang Penguasa Semesta,pukul 4.16 sore kami mulai pendakian.

 Jalur awal merupakan pemanasan belum begitu menantang.Untuk sampai pos I kami harus melewati 2 buah pos bayangan yang saling berdekatan. Pada persinggahan ke-2 ada sebuah sumber air yang bisa ditemui dibelakang pondokan. Jarak dari gerbang menuju Pos I lebih kurang 1jam. Ada yang berubah dari kondisi beberapa tahun silam saat saya mengunjungi jalur ini, tanaman sayur yang sengaja ditanam mungkin ini sebagai pemanfaatan kondisi lahan yang terlihat kosong karena pohon2 yang bertumbangan. Pos I kami tidak istirahat. Kami telah beristirahat di pos bayangan ke-2 dan mulai membuka perbekalan, sekalian shalat. 

Perjalananpun kami lanjut menuju Pos II. Jalur menuju pos II mulai terasa menanjak berbagai bebatuan besar mulai menghiasi jalur ini. Perjalanan ini begitu sempurna bagi saya, pendakian pada malam sabtu ditemani Rembulan yang purnama penuh serta cuaca tidak terlalu dingin, sangat bersahabat. Sambil sesekali bercanda dengan teman seperjalanan. Sampai di Pos II kami tempuh 1,5 jam. Kami hanya singgah sejenak, kami berencana untuk tidur di Pos III. 

Pos II kami tinggalkan,target kami berikutnya adalah menuju Pos III. Langkah kamipun mulai tertatih-tatih. Sepertinya beberapa dari kami mulai kerepotan dengan medan yang terus menanjak ini. Rembulan yang sesekali tertutup rerimbunan dedaunan dan bebatuan besar yang seperti menjadi penjaga, menjadi penghibur lelah langkah kami. Sesekali kami bertemu dengan teman-teman sesama pendaki, dari Jakarta, Situbondo serta beberapa pendaki dari seputaran Soloraya. Di Pos III, kami sampai lebih kurang pukul 11 malam. beberapa dari kami mulai mendirikan tenda dan membuka perbekalan.Saya lebih memilih minum energen dan berbekal sleeping bag saya segera mencari lokasi tidur yang nyaman.Disusul 3 orang sahabat saya,kami memilih tidur beratap langit diterangi purnama.Suasana seperti inilah yang sangat saya rindukan.
Kami berencana melanjutkan perjalanan pukul 1 dinihari. 

Alarm dari hape berbunyi pukul 1.30 dinihari,kamipun bergegas berkemas untuk menuju Pos IV, jalur ini benar-benar membuat nafas kami tersengal-sengal. Susunan anak tangga dari bebatuan menyambut kami dengan dingin. Kami harus mengatur dan menghemat tenaga. Berjalan 5 menit dan beristirahat 2 menit kira-kira begitulah yang saya lakukan. Tanjakan demi tanjakan pelan dan pasti terlampaui, barangkali sudut kemiringan jalur ini lebih dari 45 derajat. Beberapa teman Pendaki lain mulai tampak didepan. Batu-batu besar masih setia memagari jalur ini.1,5jam kami habiskan dijalur ini. Pos IV.
Kami tidak istirahat,sebab sepanjang jalur kami telah mengatur waktu istirahat kami. Pos IV memang tidak terdapat pondokan, hanya sedikit tempat datar. Jalur pendakian tidak jauh berbeda dengan jalur sebelumnya kami langsung bergerak menuju pos berikutnya. Bulan purnama sangat membantu pendakian ini, sehingga kami tidak perlu sering menyalakan senter. Sumur Jolotundo dan Goa Sigolo-golo kami lewati,tempat ini sering kali menjadi kramat bagi sebagian orang,bagi kami Allah tetap yang Utama. Di pemberhentian berikutnya adalah Sendang Derajat. Disini terdapat sumber mata air yang diberi nama Sendang Derajat. 
Dan langit timur nampak semburat. Jalur ini kami tempuh lebih kurang 1jam. Pendakian ini semakin mendekati titik puncak. Saya berjalan lambat sambil menunggu temen seperjalanan yang masih tercecer di bawah. Pukul 4.30 terdengar sayup-sayup kumandang Adzan Subuh. Dan Tugu Puncak Hargo Dumilah mulai terlihat. Selepas shalat subuh dibeberapa meter dibawah puncak, rasa lelah kami sirna oleh suguhan alam ini.Allah Maha Besar. Bulan yang semalaman menemani kami,mulai beranjak melanjutkan pergerakannya, dan langit timur mulai merona semburat orange pertanda Surya dalam pergerakan menerangi bumi .Keindahan bagi para Penikmat alam,3265 MDPL inilah  LAWU...ALLAH BEGITU SEMPURNA.

Kamis, 19 April 2012

3418 MENUJU LAWU


3418 adalah motor grand kesayanganku yang saat ini telah 16 tahun menemaniku bertualang.Menemani motor-motor baru: Mio-Vario-Jupiter Z,tujuan perjalanan kami adalah Gunung Lawu 3265 MDPL Kab.Karanganyar.
perjalanan yang kami tempuh sejauh kurang lebih 240km sekali jalan.Berangkat dari SAMSAT Kota Batang pukul 5 sore. Mengisi BBM pertama di SPBU tulis Rp.17.000,- full tank.KOta-ota yang kami lintasi adalah KENDAL-SEMARANG-UNGARAN-SALATIGA-BOYOLALI-SUKOHARJO-SOLO-KARANGANYAR.sebelumnya berhenti untuk melakukan Shalat Magrib di kawasan Kec.Subah-Batang.Memasuki kota Semarang pukul 8.30 untuk beristirahat di SPBU depan AKPOL Semarang.Pemberhentian berikutnya adalah Salatiga,kami mengambil jalur lingkar lama.Jalur alternatif yang baru lebih jauh dan gelap mengingat perjalanan kami lakukanan malam hari.
memasuki kota boyolali kami berhenti disebuah SPBU perbatasan Kartosuro Rp.14.000,- full tank kembali,sambil melepas kepenatan sejenak.Motor kembali kami pacu menuju jantung kota SOLORAYA.Setelah membelah kota Solo motor kami arahkan menuju SOLOBARU.Mengingat sudah pukul 12 malam perjalan tidak kami lanjutkan menuju Kaki Gunung Lawu.karena sampai sana jam 1.30 malam.Kami menginap di Tawangsari.Perjalanan berlanjut keesokan hari.Memasuki kawasan Wisata Tawangmangu setiap motor harus membayar tiket masuk rp.1000,-/motor.Jasa penitipan motor Rp.5000,-/motor/malam.Tiket masuk Cemoro Sewu Rp.5000,-/orang.
Selesai pendakian 3418 isi BBM kembali ketika memasuki kawasan Kartosuro Rp.17.000,-full tank,dan sempet terhadang hujan lebat 1,5jam.Setelah hujan reda perjalanan kami lanjutkan menuju kota Ambarawa untuk istirahat karena sudah malam.Pagi, kami melaju menuju kota Semarang dan kembali isi BBM di ringroad kota Kendal Rp.15.000,-.setelah Shalat dhuhur perjalanan berlanjut menuju tujuan terakhir kembali ke Batang dengan selamat. Jarak yang kami tempuh kurang lebih 500km,12.8liter BBM+makan 30.000(5x makan).Total anggaran Perjalanan bermotor kami menuju Gn.Lawu Rp.70.000,-
SELAMAT BERPETUALANG....

KARANGANYAR dan LIVERPOOL




Lebih dari 13 tahun aku tak mengunjungi Lawu. Lawu dan aku seperti sahabat, 3 tahun lebih hampir setiap pagi aku selalu melihat keelokan parasnya..bahkan saat purnama keindahan itu tak tergambarkan. 
Sungguh semua lukisan kesedihan dan gembira dalam mengarungi kehidupan ini banyak tertoreh di kaki Lawu. Sahabat-sahabat terbaik dalam hiduppun aku peroleh disini. Di Karanganyar aku merasa terlahir kembali, setelah terpuruk hancur dalam bingkai kehidupan masa lalu. 
Puing-puing asa yang masih tersisa kembali terangkai.

Liverpool adalah nama kost yang pernah kami tinggali kurang lebih 2 tahun. Nama Liverpool diberikan oleh Said, sebagai Kepala Suku kost. Lokasinya tidak jauh dari Taman Makam Pahlawan Karanganyar, tempat biasa kami menghabiskan sisa – sisa malam. Bagiku tinggal di tempat kost yang eksentrik dengan berbagai karakter penghuninya merupakan frase paling indah dalam perjalanan hidup. Penghuninya ada 8 orang. Kanang dari Ngawi seniman idealis, Hasan dari Wonogiri sang Ketua Senat dan anak band, Said dari Jebres Solo mahasiswa tertua yang berpenampilan mirip slash tapi nggak bisa main gitar, Bayu kartunis dari Wonogiri, Berdu dari Kartosuro dimana dunianya terbalik siang dia tidur,kalo malam justru hidup, Riko anak Jakarta pendiam yang salah habitat satu rumah dengan para manusia bergaya seniman, Sadeng dari klaten seniman yang nggak jelas. 
Tempat kost Liverpool memang didominasi oleh anak-anak Desain, jadi gayanya kental dengan jarang mandi cuma gosok gigi .Para penggembira kost liverpool yang jumlahnya lumayan banyak. Belum termasuk anak gadis seberang kamar Kost lumayan bening, buat hiburan anak-anak. Namanya feby. Dimana kami sering didamprat ibunya feby gara-gara anak gadisnya keseringan dipinjami motor dan kalo main ke tempat kost masuknya lewat jendela kamar belakang (jendelanya berhadapan dengan jendela kamar feby). Satu hal lagi yang tidak kalah hebohnya adalah ayam tetangga yang tiap pagi rajin setor telur ,lumayan buat sarapan.

Sebagai Anak Kost, cerita tentang terlambat bayar sewa rumah pasti kami alami juga dan terpaksa kami sembunyi. Ada yang numpang tidur ditempat kost lain .Tetapi sebagian dari kami tetap di Liverpool dengan cara mengunci rapat semua pintu dan jendela serta mematikan lampu, yang seolah-0lah penghuninya pada minggat, padahal kami masih hidup didalam. 

Waktupun akhirnya memisahkan kami,Sekarang kami sibuk dengan dunia masing-masing. Hanya sesekali bertemu, lewat facebook ,telpon ata pun saling berkunjung.




TOURING LAWU


Beberapa teman memintaku untuk menemani perjalanan mereka mendaki Gunung Lawu.Mereka memilih menggunakan motor, 2 mio ,1 vario 1 jupiter Z dan tentu saja Honda Grand kesayanganku. Sebab motor ini telah menemani petualanganku sejak 1996. Kami berangkat 5 April 2012 sore hari jam 5 dari Kab.Batang (kawasan Alas Roban), berboncengan. Kota yang akan kami lewati adalah Semarang-Kendal-Ungaran-Salatiga-Boyolali-Sukoharjo-Solo-dan Karanganyar sebagai tujuan akhir dimana Gunung Lawu berada.

Mungkin saking semangatnya teman2 baruku memacu motornya kenceng,dan motor tuaku tak mampu mengejar mereka. Satu demi satu baut motor bertebaran dijalan tanpa aku tau.
Memasuki kota Semarang Pukul 20.30 depan Akpol, setelah istirahat sejenak dan berdiskusi untuk langsung menuju Gunung Lawu maka perjalanan lanjut lagi. Sampai Solo pukul 22.30 malam, sepertinya teman2ku kelelahan,setelah berdiskusi lagi akhirnya diputuskan untuk bermalam di Sukoharjo di Kampung Halamanku. Sampai Rumah Orang Tuaku pukul 00.lebih sedikit.makan malam dan tidur sholat dulu tentunya.
Sejauh ini perjalanan kami bermotor telah menempuh jarak 210km dan bensin baru diisi 2x,yang pertama waktu berangkat dan kedua waktu keluar dari kawasan Boyolali.

Pagi hari perjalanan berlanjut,dari Tawangsari perjalanan menuju Tawangmangu Kab.Karanganyar kurang lebih 1-1,5 jam.memasuki kawasan Wisata Kab.Karanganyar setiap motor dikenai restribusi sebesar Rp.1000,-.Kami Istirahat untuk Shalat Jum’at di Masjid At-Taqwa kawasan Terminal Tawangmangu sekaligus belanja keperluan logistik. Dari Tawangmangu perjalanan menuju base camp pendakian Gunung Lawu tinggal kira-kira 20menit. Ternyata setelah sekian tahun tak berkunjung perubahan kawasan ini sangat pesat ,jalan sudah sangat bagus dan lebar, para pedagang sudah ditertibkan mirip dengan dikawasan Puncak Bogor. Menjelang Ashar kami sudah memasuki Kawasan Gunung Lawu. Dua jalur Pendakian berada tidak jauh Pos Pendakian Cemoro Kandang jalur dari Jawa Tengah dan Pos Pendakian Cemoro Sewu dari Jawa Timur jarak kedua Pos ini hanya 1km. Dan Kami bersiap untuk Pendakian

Senin, 07 Maret 2011

SURVIVAL


Survival  berarti usaha untuk bertahan hidup. Sedangkan orang atau kelompok yang dalam kondisi survival disebut surviver . Dalam kontek ini survival yaitu suatu usaha untuk mepertahanakan hidup di alam bebas. Survival biasanya disebabkan oleh kondisi darurat.  Kecelakaan, tersesat dan kehabisan bekal,dll.
Berdasarkan lokasi atau tempat survival dibagi dua : survival statis dan survival dinamis. Survival statis yaitu survivor menunggu pertolongan atau bantuan dari pihak lain, dengan mendirikan tempat berlindung yang menetap. Sedang untuk survival dinamis, survivor berusaha dengan ketrampilannya sendiri untuk leuar dari kondisi survival.
Kondisi survival bisa terjadi pada keadaan  yang tidak terduga , semisal pada saat kita sedang dalam perjalanan menggunakan kendaraan laut, disebabkan suatu hal maka kita dihadapkan pada kondisi survival laut (sea survival). Sedang  untuk kondisi survival rimba gunung (jungle survival) biasanya sudah sedini mungkin depersiapkan pada saat kita melakukkan perjalanan ekspedisi pendakian ataupun penjelajahan hutan.
Dalam kondisi survival  umumnya akan banyak menimbulkan berbagai permasalahan  yang disebabkan baik dari dalam diri maupun karena faktor keadaan yang sedang kita hadapi. Faktor psikologis berupa rasa takut, kesepian, bosan , panik bahkan putus asa. Kondisi lingkungan berupa medan yang berat, binatang buas, hujan lebat dingin, serta fisikologi  seperti kelelahan, lapar, haus, kurang istirahat, jelas akan mempengaruhi kondisi survival kita.
Keadaan ini akan diperparah pada saat kita dalam kondisi berkelompok dan sedang dalam keadaan survival maka  akan muncul berbagai kondisi konflik seperti egoisme yang mulai muncul dari masing-masing anggota kelompok, serta tidak mau menerima keadaan ataupun situasi dan cenderung saling menyalahkan.
TINDAKAN JIKA DALAM KONDISI SURVIVAL
Apabila dalam kondisi survival maka ada beberapa panduan bagaimana seharusnya tindakan yang harus diambil :
1.       Menghentikan perjalanan, hal ini di perlukan agar kita tidak terlampau jauh tersesat, juga untuk menenangkan diri dan berusaha jangan panik. Usahakan beristirahat.
2.       Tetap berpikir jernih meskipun dalam keadaan yang tidak menentu, mengingat kembali rute perjalanan semula.
3.       Mengamati keadaan sekeliling kita. Potensi-potensi apa saja yang bisa membantu kita survival.
4.       Menyusun rencana agar sesegera mungkin bisa terlepas dari keadaan survival.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat dalam kondisi survival yaitu:
1.Bivak/perlindungan
Bivak/perlindungan yang dibuat hendaknya nyaman,aman dann terlindung. Nyaman untuk beristirahat sebagai sebuah proses pemulihan serta tidak memburuk keadaan. aman artinya terhindar dari berbagai ancaman.  Terlindung dari hujan serta panas yang akan memperparah kondisi fisik kita.
Ada berberapa jenis bivak yaitu bivak alam memanfaatkan berbagai unsur yang ada di alam, bivak buatan dari jas hujan/ponco.  

2. Air
Air mutlak diperlukan dalam kehidupan manusia sehari-hari.kebutuhan air pada tubuh manusia minimal 2.5lt/hari. Manusia hanya mampu bertahan tanpa air maksimal 8-12 hari dalam kondisi kritis.
Syarat air yang layak untuk dikonsumsi adalah tidak berbau, tidak berwarna dan berasa serta jernih. Jika terdapat bau serta terasa panas maka air tersebut tidak layak diminum. Serta apabila air minum terasa asin maka jangan terlalu banyak dikonsumsi sebab sifat garam menarik keluar cairan tubuh.
Ada beberapa cara untuk mendapatkan air, menampung embun, menggali lubang pada bagian kelokan sungai bagian luar, serta dari tumbuhan.

3. Api
Dalm situasi survival fungsi api sangat vital, sebagai isyarat keberadaan kita, sebagai penghangat, menjauhkan kita dari binatang – binatang buas serta untuk memasak.
Api dapat diperoleh dari korek api, kaca pembesar, batu api, gesekan kayu kering, pisau dengan batu.

 TUMBUHAN YANG DAPAT DIMAKAN :

Tumbuhan yang biasa dikonsumsi binatang menyusui biasanya dapat pula kita konsumsi. Hindari  tumbuhan yang mengandung getah sebab biasanya menyebabkan rasa gatal. Jamur tidak disarankan untuk dikonsumsi sebab sangat sulit membedakan yang beracun dan yang tidak. Buah-buahan yang warnanya menarik justru biasanya beracun. Tumbuhan dengan bentuk daun berbulu tidak bisa dikonsumsi. Untuk menguji bahan yang layak dikonsumsi biasanya mengoleskan nya pada bagian siku atau ketiak.sebab daerah tersebut cenderung lebih sensitive. Jangan hanya mengkonsumsi dari satu jenis tumbuhan saja.

Untuk mendapatkan makanan yang  berasal hewan  diperlukan keahlian serta kesabaran dalam berburu.
Bahan makanan dari hewan memiliki kalori yang besar.

Dalam setiap kali kita melakukan perjalanan ataupun berkegiatan di alam bebas hendaknya kita menyiapkan perlengkapan survival hal ini sangat membantu kita jika dihadapkan pada suatu keadaan  darurat. Survival kit adalah satu set perlengkapan survival. Untuk para penempuh rimba dan pendaki gunung hal ini mutlak diperlukan.
Survival kit biasanya terdiri dari : korek api, lilin, kaca pembesar,benang/tali/senar pancing, obat-obatan, jarum dan peniti, pisau lipat.

Pengalaman serta sering berlatih memperbanyak kegiatan praktek merupakan cara yang efektif dalam melatih kemampuan kita dalam survival.

Artikel ini hanya meringkas serta memuat secara garis besar dari kondisi survival.

Selamat menjelajah salam rimba… salam lestari….

Disarikan dari berbagai sumber@2011


Senin, 21 Februari 2011


TENTANG SEBUAH PERJALANAN

Suatu perjalanan  tentunya akan memberikan beragam kenangan sekalipun tempat ataupun perjalanan itu telah dilakukan berkali-kali pada rute yang sama.
Banyak manfaat  yang didapat dari sebuah perjalanan. Kejenuhan pada suatu kondisi atau situasi, mendorong beberapa orang untuk melakukan perjalanan  di alam bebas sebagai bentuk rileksasi. Saat ini aktifitas di alam bebas telah berkembang seiring  jaman,aktifitas alam bebas banyak ragamnya mulai dari sekedar olah raga,hobi,pelatihan pendidikan bahkan penelitian.
Perjalanan akan sangat menyenangkan  apabila kita persiapkan dengan seksama, baik secara  materi dan non materi. Kegiatan perjalanan alam bebas akan lebih bernilai  dengan menjadikannya sarana belajar dan mengenal alam dengan lebih bijak.
Bagi para petualang, perjalanan di alam bebas mengandung resiko yang sangat besar. Seringkali  muncul dalam media cetak serta elektronik tentang  orang-orang yang hilang tersesat bahkan di temukan meninggal dunia saat perjalanan pendakian maupun merambah hutan.  Hal ini seringkali disebabkan kurangnya persiapan.  
Penentuan aktifitas yang akan dilakukan sangatlah penting untuk mempermudah persiapan serta memperkecil resiko. Hindari  perjalanan petualangan atas dasar ikut-ikutan atau hanya karena solidaritas semata.
Kenalilah dirimu sendiri  sebagai  awal persiapan, artinya mengetahui kondisi tubuh, menyadari tingkat kemampuan diri, sehingga tidak memaksakan keinginan,kepercayaan diri juga sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik serta kemampuan berfikir jernih dalam situasi tertentu.
Sering melakukan perjalanan  secara berkelompok akan banyak menambah pengetahuan serta keterampilan kita.selain didukung oleh perlengkapan atau perbekalan serta banyak membaca pengalaman  dan bertukar pikiran dengan sesama petualang.peralatan atau perbekalan kita tidak perlu mahal atau bermerek yang penting berkwalitas serta  berguna dan memiliki fungsi yang tepat.

Selamat berpetualang…
Sampai jumpa di artikel berikutnya.